Amati Penyebab, Gejala Dan Cara Pengobatan Penyakit Thalassemia Yang Anda Derita

May 9 2016 - 10:55pm Indonews Coid

IndoNews.Co.Id – Thalassemia merupakan salah satu model anemia hemolitik dan adalah penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal yang amat banyak dijumpai di Philippines dan Italia. Enam hingga sepuluh dari setiap 75 orang Indonesia mengidap penyakit ini. Kalau sepasang dari mereka menikah, kemungkinan untuk mempunyai anak penderita talasemia berat adalah 25 persen, 50 persen menjadi pembawa sifat talasemia, dan 25 persen kemungkinan bebas talasemia. Segenap besar penderita talasemia merupakan anak-anak usia 0 hingga 18 tahun.

Amati Penyebab, Gejala Dan Cara Pengobatan Penyakit Thalassemia Yang Anda Derita

Penyebab Thalassemia

Mutasi pada DNA yang membuat hemoglobin pembawa zat pembakar ke seluruh tubuh adalah penyebab seseorang menderita thalassemia. Penyakit ini terjadi gara-gara kelainan pada faktor genetika, namun penyebab pasti kenapa mutasi gen ini timbul belum diketahui.

Diagnosis Thalassemia

Tes darah dapat dilakuin untuk mendiagnosis thalassemia, tetapi untuk mengetahui tipe thalassemia yang diderita harus melancarkan tes DNA.

Tes darah bertujuan untuk mengevaluasi hemoglobin dan mengukur total zat besi yang terkandung di dalam darah. Justru, tes darah juga sanggup untuk menganalisis DNA supaya memeriksa apakah seseorang mempunyai gen hemoglobin yang mendapatkan mutasi.

Pemeriksaan pada bayi yang dilakukan saat hamil atau disebut dengan pemeriksaan antenatal berguna untuk menyediakan informasi yang diperlukan jamaah tua untuk mempersiapkan sendiri, dan memeriksa keberadaan penyakit genetika lainnya, seperti low blood count sel sabit.

Pencegahan Serta Pengobatan

Untuk mencegah terjadinya talasemia pada anak, pasangan yang akan menikah penting menjalani tes darah, teliti untuk melihat nilai hemoglobinnya maupun melihat profil sel darah merah tubuhnya. Peluang untuk sembuh untuk talasemia memang masih termasuk kecil karena dipengaruhi hal fisik, ketersediaan donor serta biaya.

Untuk bisa tetap hidup, penderita talasemia memerlukan perawatan yang rutin, melakukan tranfusi darah secara teratur untuk menjaga agar kadar Hb di dalam tubuhnya tetap stabil ±12 gr/dL dan menjalani pemeriksaan ferritin serum untuk memantau kadar zat besi di dalam tubuh.

Penderita Thalassemia juga diharuskan menjauhkan makanan yang diasinkan ataupun diasamkan dan produk fermentasi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi di di dalam tubuh. Dua cara yang dapat ditempuh untuk mengobati tasalemia adalah transplantasi sumsum tulang belakang dan teknologi sel punca (stem cell).

Pada 2008, di Spanyol, seorang bayi di implan secara selektif agar jadi pengobatan untuk saudaranya yang menderita talasemia. Anak ini lahir dari embrio yang diseleksi agar bebas yang talasemia sebelum dilakukan implantasi secara Fertilisasi in vitro.

Suplai darah plasenta yang immunokompatibel disimpan untuk transplantasi saudaranya. Transplantasi tersebut terbilang sukses. Pada 2009, sekelompok dokter dan spesialis pada Chennai dan Coimbatore mencatatkan pengobatan sukses talasemia dalam seorang anak menggunakan darah plasenta dari saudaranya.

Kurang dan lebihnya konsultasikan dengan dokter terdekat anda agar penyakit yang anda derita segera terobati 😀 Dan mendapat penaganan yang cepat dan tepat serta berdo’a agar segera di beri kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Esa 🙂

Amati Penyebab, Gejala Dan Cara Pengobatan Penyakit Thalassemia Yang Anda Derita

Baca Juga