Simak !! Gejala, Faktor Risiko Dan Cara Mengatasi Penyakit Endometriosis

May 16 2016 - 7:17pm Indonews Coid

IndoNews.Co.Id – Endometriosis adalah radang yang mengingat dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang diiringi dengan perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar yang rahim (pertumbuhan ectopic) serta menyebabkan pelvic pain.

Simak !! Gejala, Faktor Risiko Dan Cara Mengatasi Penyakit Endometriosis

Endometriosis dikatakan terkait dengan female sebab perkembangan dan simtoma yang ditimbulkan akan hilang seiring datangnya menopause, oleh sebab itu, perawatan paling umum teruntuk penderita radang ini merupakan penggunaan terapi hormonal untuk menginduksi kondisi hipoestrogenik.

Estrogen merupakan kelompok hormon anabolic steroid yang disekresi ovarium sesudah distimulasi oleh FSH dan/atau LH yang disekresi akibat kelenjar hipofisis. Lebih lanjut sekresi FSH dan LH dihambat oleh hormon GnRH yang disekresi oleh hipotalamus.

Simak !! Gejala, Faktor Risiko Dan Cara Mengatasi Penyakit Endometriosis 

Gejala-gejala Endometriosis

Walau biasanya tidak termasuk penyakit yang mematikan, penyakit ini adalah jenis penyakit jangka panjang (kronis) indonesia dapat menyebabkan gejala yang begitu sangat mengganggu aktivitas. Gejala endometriosis yang paling hampir sering terasa adalah sakit yang luar biasa saat menstruasi.

Bahkan, penderita juga sanggup mengalami pendarahan yang berlebihan saat menstruasi dan rasa sakit saat buang air besar serta kecil. Gejala-gejala yang di timbulkan endometriosis umumnya terasa amat parah sebelum dan semasa siklus menstruasi berlangsung.

Dampak endometriosis berbeda-beda pada wanita. Karena itu, amat penting untuk tidak meremehkan rasa sakit yang melebihi biasanya saat menstruasi serta berkonsultasi ke dokter yang ahli dibidangnya.

Faktor Risiko Endometriosis

Tiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang membuat penebalan pada dinding rahim atau endometrium dan bersiap unuk dapat menerima sel telur yang sudah dibuahi. Jika bukan terjadi kehamilan, dinding rahim akan luruh dan pergi dari tubuh dalam gaya menstruasi.

Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh pada luar rahim. Jika Kita mengidap endometriosis, jaringan ini juga mengalami proses penebalan dan luruh yang persis dengan siklus menstruasi. Meskipun darah di luar rahim akhirnya mengendap dan bukan bisa keluar karena berada di luar rahim.

Endapan ini beserta dengan jaringan di sekitarnya akan mendapatkan iritasi. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi juga terbentuk.

Menangani Rasa Sakit Akibat Endometriosis

Obat Pereda Sakit

Gejala utama endometriosis adalah rasa sakit luar biasa pada saat menstruasi, Rasa sakit dapat dikurangi menggunakan obat generic pereda sakit jenis anti-inflamasi non-steroid, seperti ibuprofen ataupun naproxen.

Obat ini dijual bebas dan tersedia pada apotek terdekat. Parasetamol pun bisa diminum tapi gak seefektif obat anti-inflamasi non-steroid untuk mengatasi rasa sakit akibat endometriosis.

Terapi Hormon

Penanganan ini digunakan bagi mengurangi gejala endometriosis dengan menghambat produksi hormon female dalam tubuh. Dengan demikian, sel endometriosis dapat dicegah untuk bertumbuh.

Terapi hormon ini dapat dilakukan menggunakan beberapa cara, yaitu :

1. Pil KB

Kombinasi Koyo KB serta cincin vagina juga dapat menghambat proses penebalan lapisan endometrium sehingga menstruasi ekstra ringan, cepat berakhir lalu mengurangi rasa sakit luarbiasa akibat endometriosis.

2. Intrauterine System (IUS)

Alat ini mengandung hormon yang dapat memperlambat proses penebalan sel-sel endometrium sehingga meraih mengurangi rasa sakit lalu bahkan menghentikan menstruasi.

3. Analog Hormon Pelepas Gonadotropin

Obat ini akan memicu perihal yang mirip dengan peri menopause sehingga ukuran jaringan endometrium di luar rahim mengenai mengecil dan menstruasi juga terhenti.

4. Suntikan Hormon Progesteron

Obat suntik ini meraih menghambat siklus menstruasi serta perkembangan jaringan endometrium dalam luar rahim.

5. Danazol Serta Gestrinone

Kedua obat ini juga mampu menghambat penebalan jaringan endometrium hingga mencegah menstruasi dan meringankan gejala endometriosis lainnya.

Semoga bermanfaat untuk semua 😀 Dan segera berusaha untu kesembuhan penyeakit yang anda derita 😀

Simak !! Gejala, Faktor Risiko Dan Cara Mengatasi Penyakit Endometriosis 

Baca Juga