Tips Perawatan Dan Cara Pencegahan Penyakit Polio Sebelum Menjadi Akut

May 19 2016 - 12:31am Indonews Coid

IndoNews.Co.Id – Polio adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Bandar pembawa penyakit ini, virus yang sebut poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini meraih memasuki aliran darah serta mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Tips Perawatan Dan Cara Pencegahan Penyakit Polio Sebelum Menjadi Akut

Pada bulan Maret 2014, WHO untuk kawasan South america Tenggara, menyatakan bahwa kawasan Asia Tenggara telah bebas polio, karena itu vaksinasi polio pada bayi telah tidak perlu diberikan pula.

Tips Perawatan Dan Cara Pencegahan Penyakit Polio Sebelum Menjadi Akut

Sindrom Pasca-Polio

Sindrom pasca-polio biasanya menimpa orang yang berusia 0-40 tahun sebelumnya pernah menderita penyakit polio. Gejala yang sering berlangsung di antaranya :

  • Sulit bernapas atau menelan.
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat.
  • Persendian ataupun otot makin lemah lalu terasa sakit.
  • Depresi ataupun mudah berubah suasana hati.
  • Gangguan tidur dengan kerumitan bernapas.
  • Mudah lelah.
  • Massa otot tubuh menurun.

Perawatan Polio

Diagnosis depan polio dapat dilakukan dengan menanyakan gejala yang dialami pasien, apakah telah dikasih vaksin polio sebelumnya ataupun melakukan kontak dengan penderita polio, dan melalui pemeriksaan fisik. Pengambilan sampel cairan serebrospinal, tinja, atau lendir akan dilakukan untuk menentukan hasil diagnosis.

Belum nyata pengobatan yang dapat menyembuhkan polio jika virus polio sudah menjangkiti seseorang. Tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk perawatan pendukung untuk mencegah komplikasi dan membuat penderita merasakan lebih nyaman, Contoh : terapi fisik guna mencegah hilangnya fungsi otot, obat pereda nyeri, pola makan yang bernutrisi, istirahat yang amat, dan alat bantu pernapasan jika diperlukan.

Disabilitas, kelainan bentuk kaki dan pinggul, serta kelumpuhan sementara ataupun permanen dapat terjadi gara-gara polio paralisis. Operasi kemudian terapi fisik bisa diterapkan untuk mengatasi kelainan ukuran pada persendian.

Pengobatan Polio

Tidak ada obat bagi polio. Pengobatan bertujuan bagi mengelola efek dari penyakit meliputi :

  • Antibiotik untuk infeksi sek.
  • Obat penghilang rasa sakit.
  • Ventilator portabel untuk membantu pernapasan.
  • Obat untuk mengurangi kejang otot.
  • Latihan atau olahraga ringan-sedang.
  • Fisioterapi.

Mencegah Tertular Penyakit Polio

Polio dapat dicegah dengan vaksinasi yang sanggup memberikan kekebalan terhadap serangan polio seumur hidup, terutama pada anak-anak.

Anak-anak wajib diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, ialah pada saat mereka berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan masa 1 ) 5-2 tahun.

Vaksin polio dengan virus tidak aktif memiliki kemungkinan mendekati 100 % bagi secara efektif mencegah polio setelah tiga kali penyuntikan, dan aman bagi jamaah yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Efek samping yang umumnya terjadi setelah pemberian suntikan adalah rasa sakit dan kemerahan pada titik penyuntikan.

Orang dewasa yang harus mendapatkan serangkaian vaksin polio adalah mereka yang belum pernah divaksinasi / status vaksinasinya tidak benar.

Dosis vaksinasi polio di orang dewasa adalah 2 dosis pertama dengan jarak waktu antara 1-2 bulan, dan dosis ketiga masa 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua.

Sebagian jamaah yang diberikan vaksin polio bisa mengalami alergi. Bila setelah disuntik mengalami alergi, segera temui dokter.

Reaksi alergi yang mungkin timbul dan biasanya muncul sesudah beberapa menit hingga dalam beberapa jam adalah pusing, lemas, tenggorokan bengkak, sulit bernapas, pucat, serak, biduran, serta jantung berdetak kencang.

Sesungguhnya Mencegah Itu Lebih Baik Dari Pada Mengobati 😀 Untuk cegahlah segala sesuatu yang dapat menimbulkan penyakit bagi anda 😀

Tips Perawatan Dan Cara Pencegahan Penyakit Polio Sebelum Menjadi Akut

Baca Juga